Belakangan ini saya sering ngerasa susah tidur, terbangun saat tidur, mata lelah namun sulit dipejamkan
! apakah anda merasakan hal yang sama?
Jika iya, berhati-hatilah, anda dan saya telah terjangkit Insomnia Syndrome.
Dokter spesialis syaraf RSSA Malang, dr. Hari Purnomo SpS mengatakan bahwa hal ini dapat berpengaruh bagi kesehatan tubuh?
Eits, jangan anggap enteng. Gejala ini, jika berlanjut, sangat mungkin mempengaruhi sistim kerja syaraf, tubuh jadi sulit digerakkan karena otot2 lemas dan tidak berfungsi. Orang awam sering menyebutnya sebagai penyakit ‘kembali jadi bayi’.
Hih!! Ngeri banget kan? Tapi, sebelum semua itu, terlebih dahulu akan dijumpai gejala2 lanjutan, seperti contohnya susah berpikir, mudah marah, dan selalu khawatir akan sesuatu serta cepat lelah saat melakukan aktifitas. Adanya faktor pendukung, antara lain faktor psikologis—permasalahan sehari-hari dan stress yang mengikuti— juga faktor biologis—sebelumnya penderita memang memiliki penyakit yang mempengaruhi sistim kerja syaraf— akan semakin memicu lemahnya sistim gerak tubuh. Tak heran jika penyakit ini disebut sebagai pencetus stroke dan serangan jantung. Faktor pendukung lain bisa disebabkan dari lingkungan yang ramai dan padat, nutrisi makanan, kecanduan kopi dan bahan adiktif lain termasuk obat2an yang sering digunakan. Kejenuhan juga bisa berujung pada gangguan tidur ini.
Dari faktor2 tersebut, ada solusi pencegahan yang disampaikan oleh dr. Hanief N. SpS, juga seorang ahli syaraf dari RSSA Malang antara lain :
- berusaha cepat selesaikan masalah dan jangan membiarkan pekerjaan menumpuk
- hindari alkohol dan zat adiktif lain
- tidur cukup 6-8 jam sehari dan tidak berlebihan
- olahraga ringan sebelum tidur
- jangan terlalu lama tidur siang hari
- refreshing, bisa dilakukan dengan menghentikan sejenak diri anda dari rutinitas dan mencoba relaksasi
- dan sebagai usaha akhir, pergunakan obat yang disarankan dokter namun tetap ada batasan jangka waktu.
Usaha pencegahan ini bisa berhasil dengan dukungan berbagai pihak. Dengan jalan konsultasi, dukungan keluarga dan orang terdekat, juga kemauan diri yang kuat untuk mematuhi pola hidup sehat. Hal ini sangat penting untuk diterapkan mengingat syndrome ini bisa menyerang siapa saja, dewasa hingga tua. Dan sampai kini, belum ditemukan obat khusus yang mengatasi gangguan tidur baik Hipersomnia (tidur yang berkepanjangan), maupun Parasonia dengan gejala2 tidur berjalan, mimpi berisi teror sehingga tidur tidak nyaman. Jadi, jika anda menjumpai gejala2 seperti keterangan diatas, cepet2 deh cari permasalahan yang mengganggu dan beritahu orang terdekat anda untuk membantu mengatasi.
-->
No comments:
Post a Comment